Entri Populer

Kamis, 06 Oktober 2011

pertanyaan yang sering ditanyakan (recently asked question)

1.Kenapa CPU gak bisa konek ke Monitor?? tolong dibantu karena saya masih belajar tentang bongkar" komputer :))?

=nggak masalah namanya belajar pasti ketemu msalah yang baru
tapi klo masalah ini bnyak bnget gejalanya
coba pertma kamu copot kbel VGA dari CPU apakah monitor nyala alias respons no signal dll
klo iya tanda monitor OK klo nggak respons monitor yang rusak
kedua Cek RAM nya mngkin kotor kendor ato mngkin error coba di cabut kemudian bersihkan dan pasng lagi klo ada seklian coba gnti sma yang lain solnya RAM yang sering bermasalah.
klo nggak ada perubhan cek VGA card klo menggunka nCGA card coba di cabut VGA cardnya kemudian gnkan yang onboard.
klo deteck tanda VGA card amu yang rusak
klo sma sja nggak deteck selnjutnya cek PSU coba di ganti kmngkinan tegngan ada yang short dll
klo msih sma sja kemungkinan terkhir klo nggak mobo ya processornya,,,,,

 

2. Mengapa komputer saya suka restart sendiri ?

Berikut trik mudah dan gampang Mengatasi WINDOWS RESTART TERUS MENERUS DAN GAGAL BOOTING. Bila suatu ketika komputer gagal booting apa yang anda lakukan?, biasanya anda langsung berpikir install ulang windows beres deh.Tapi untuk menginstall ulang dibutuhkan waktu yang tidak sedikit,untuk install windows aja sekitar 1 jam belum...
install program-program lainnya seperti office,photoshop,coreldraw dll.Sebenarnya anda bisa memperbaiki windows yang gagal booting seperti windows restart terus dengan memperhatikan keterangannya seperti pesan "Unmountable boot volume","NTLDR Missing press any key to reboot" atau "NTOSKRNL.EXE missing or corrupt".Gunakan CD instalasi windows XP untuk memperbaiki kerusakan tsb.Berikut langkah-langkahnya:

1. Bila muncul pesan "Unmountable boot volume" berarti hilang/rusaknya file boot.ini.Cara memperbaiki sbb:

* Booting dengan CD windows XP,pas dihalaman setup windows tekan huruf [R] untuk masuk ke mode Recovery Console.
* Pilih partisi windows anda dan masukkan pasword Administrator.
* Masuk ke command prompt,ketik chkdsk/p tekan enter.
* Setelah chkdisk selesai kemudian ketik fixboot,lalu tekan [Y] saat muncul konfirmasi.
* Lalu ketik exit.

2. Bila pesan yang muncul "NTLDR Missing press any key to reboot" berarti hilang nya file NTLDR,caranya:

* Sama seperti cara pertama hanya setelah masuk ke command prompt ketik perintah:
* copy x:\i386\ntldr c:\ => Enter , setelah itu ketik:
* copy x:\i386ntdetect c:\
* Ganti x dengan drive cdroom anda
* exit

3. Sedangkan jika yang muncul pesan "NTOSKRNL.EXE missing or corrupt" jalankan cara berikut:

* Masih seperti cara yang pertama setelah masuk command prompt ketik perintah:
* cd i386 => Enter.
* expand ntkrnlmp.ex_ => Enter.
* c:\Windows\system32\ntoskrnl.exe => Enter lagi.
* exit

Anda dapat menyesuaikan perintah tersebut dengan lokasi atau drive instalasi windows anda,Sekarang nyalakan komputer seperti biasa dan lihatlah windows anda sudah berjalan dengan normal, demikian semoga membantu.

 3.Anda menekan tombol power untuk mengaktifkan PC Anda, namun PC tidak menunjukkan tandatanda kehidupan. Apa yang terjadi?

=Jika hal ini terjadi pada PC Anda, ada beberapa kemungkinan yang harus diperiksa satu per satu secara bertahap.

Langkah 1: Periksa semua jaringan listrik, dari outlet AC sampai ke PSU (power supply unit) PC Anda. Apakah sudah terpasang dengan sempurna. Mulai dari memastikan switch PSU dalam posisi ON, ataupun sekiranya Anda menggunakan UPS (uniterruptable power supply) dan/atau stabilizer AVR (automated voltage regulator). Pastikan semua dalam posisi ON dan dalam keadaan berfungsi dengan baik.

Langkah 2: Jika hal tersebut bukan penyebabnya, maka kemungkinan berikutnya baru pada PC Anda. Pastikan semua kabel (terutama kabel power) dan komponen terpasang dengan baik. Caranya dengan mebuka casing, kemudian menekan-nekan kembali komponen dan konektor kabel yang ada. Adakalanya hal ini disebabkan karena konektor yang tidak terhubung dengan sempurna. Perhatikan juga ATX 12V, yang dapat ditemukan pada kebanyakan motherboard empat tahun belakangan ini. Motherboard tidak akan beraksi, tanpa catuan daya dari konektor ini.

Langkah 3: Ini akan cukup merepotkan. Lakukan pengecekan perangkat utama satu persatu. Yang dimaksud adalah CPU dan motherboard. Pastikan keduanya masih berfungsi dengan baik. Sebab katakanlah jika CPU rusak, sistem tidak akan menyala sama sekali. Demikian juga jika motherboard rusak. Terutama untuk urusan catu dayanya (MOSFET, jalur daya pada PCB dan seterusnya). Ini juga akan menyebabkan PC tidak akan bereaksi sama sekali.

4.PC bereaksi. Terdengar bunyi putaran kipas, dan tanda-tanda kehidupan lain dari harddisk, drive optik dan lain-lain. Namun, monitor tetap gelap ?

=Fiuhh…setidaknya ini sedikit lebih baik dari masalah nomor 1. Untuk masalah ini, sebaiknya mengandalkan tanda yang diberikan POST BIOS. Pastikan speaker casing terpasang baik, sehingga Anda dapat mendengarkan POST berupa kombinasi bunyi beep yang pasti tersedia pada kebanyakan motherboard. Atau pada beberapa motherboard keluaran terbaru, juga tersedia buzzer yang terintegrasi pada motherboard.
Lebih mudah lagi jika motherboard disertai display BIOS POST code berupa dua seven segment LED, yang akan menampilkan kode hexagesimal. Sekiranya Anda tidak tahu arti dari kode tersebut (baik suara ataupun cahaya) atau bahkan kehilangan buku manual, sekali lagi tidak perlu panik. Anda dapat coba membuka situs Bios Central (http://www.bioscentral.com).

5.Harddisk baru yang terpasang, tidak terdeteksi baik pada Windows maupun BIOS sekalipun.?

=Langkah 1: Pastikan harddisk sudah mendapatkan catudaya dari PSU. Kesalahan sepele seperti ini bisa saja terjadi. Mengingat letak harddisk yang biasanya di bagian depan casing. Terkadang Anda menghubungkannya dengan cabang power dari fan, yang tidak mendapatkan pasokan daya dari PSU. Hal ini bisa juga diakibatkan minimnya jumlah konektor daya dari PSU.

Langkah 2: Pastikan setting master dan slave harddisk tepat seperti yang diinginkan. Atau jika Anda ingin memanfaatkan konfigurasi pada cable select, pastikan menggunakan konfigurasi tersebut pada kedua harddisk, lama dan baru Anda.

Langkah 3: Jika Anda menginginkan memanfaatkan konfigurasi cable select, perhatikan pemasangan kabel IDE pada harddisk. Beberapa kabel terbaru, sudah memberikan tanda khusus, untuk membantu menentukan konektor mana yang akan dianggap sebagai master, dan konektor mana yang akan dianggap sebagai slave. Jika tidak tersedia, cara paling mudah adalah dengan aturan dasar berikut. Konektor yang terletak diujung diperuntukkan sebagai master. Sedangkan konektor di tengah, akan dianggap sebagai slave.

Langkah 4: Jika itu semua belum dapat menyelesaikan masalah, maka alternatif jawabannya ada pada setting BIOS. Pada pilihan utama Integrated Peripheral, biasanya terdapat pilihan untuk IDE controller. Di sini juga terdapat pilihan untuk setting controller harddisk SATA. Sekiranya Anda mengalami masalah serupa, saat ingin menambahkan harddisk baru ber-interface SATA. Khusus untuk harddisk SATA dan Windows, jangan lupa untuk menginstalasi driver yang biasanya disertakan oleh produsen motherboard. Atau updatenya, tergantung chipset motherboard yang digunakannya.






 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar